Selasa, 12 Maret 2013

SELEBRITI:mengejar mimpi di Metropolitan

Okeh kali ini saya mo review lagi tentang satu novel karya Alberthien Endah yg judulnya Selebriti. Awalnya ga sengaja liat di tokbuk,dan liat sinopsis nya keliatannya seru. Tapi kebetulan baru kemaren sempet beli.
Jadi novel ini bercerita tentang gadis kampung bernama Siti Aisyah yg punya mimpi menjadi asisten artis di Jakarta. Agak absurd memang seorang anak kampung terobsesi dengan kehidupan artis. Hal ini krna Ica-panggilan akrab Siti- hampir tiap hari tidak pernah ketinggalan acara gosip di TV. Ya,hiburan satu-satunya yg ia punya di kampung. Ica yg baru lulus SMA yg hanya membantu emaknya di dapur dan ngangon bebek neneknya,serta berada di keluarga yg sederhana seolah belum cukup untuk menghidupi mimpinya. Mimpi berada dan bertemu dgn artis2 pujaannya yg biasa ia lihat di kotak cahaya itu.
Sampai suatu hari,pacarnya, deden pergi meninggalkannya demi mimpi yg sama dengan Ica. Ke Jakarta. Karna baginya Jakarta adalah sumber bagi mimpi2nya. Dan pacarnya berjanji untuk kembali jika suatu saat telah sukses ia akan menjemput Ica untuk ikut dengannya ke Jakarta. Harapan itulah yg membuat Ica setiap hari membuatnya melamun serta kembali menaruh mimpinya,walaupun bagi keluarganya itu mustahil.
Sampai suatu saat pacarnya datang. Tapi dengan penampilan yg berbeda. Tau apa yg beda dari Deden? Kini pacarnya telah berubah. Berubah menjadi pria gemulai alias banci! iyah! benar. Disinilah saya mulai merasa "ni buku gokil juga??!" Sumpah antara ngakak dan sedih juga. Sedih karna Ica harus merelakan pacarnya 'hilang' terambil keabsurdan ibukota.
Nah,dari sinilah perjuangan Ica dimulai menjadi pengadu baru di ibukota. Awalnya di Jakarta Ica tinggal bersama Deden di kontrakannya yg berada di gang sempit,sampai Deden mengajaknya ikut ke pekerjaannya sebagai perias artis profesional. Saat itu Deden menjadi perias bagi Poppy, penyanyi dangdut yg lagi naik daun. Deden dan Ica berangkat ke sebuah acara penghargaan dimana Poppy menjadi salah satu pembuka acara tersebut. Sudah tentu jika ada acara penghargaan bergengsi pastilah mengundang banyak artis pula. Nah, disini Ica saat pertama kalinya melihat artis-artis yg dulunya cuma bisa ia lihat di tv, kini jelas-jelas hanya berada beberapa meter darinya. Dan sudah barang tentu, Ica langsung keluar deh sifat norak-norak bergembiranya :-D
Ica kalang kabut,melihat banyak artis berseliweran. Dan adegan ini bener-bener paling menghibur dan konyol abis! Hahah... Sumpah saya ngakak sejadi-jadinya. Melalui berbagai pertimbangan, serta acara omelan-adu mulut sengit akhirnya Ica diterima sebagai asisten dari Poppy. Tapi ternyata tingkah Poppy tidak secemerlang lagu dan juga karirnya. Mood nya yg naik turun,benar-benar membuat Ica kalang kabut. Kadang ia semanis putri, namun kadang ia bisa jadi iblis yg tengah meminta perang dalam sekali waktu. Belum lagi sifatnya yg suka mendekati pria beristri,yg pada akhirnya justru menjadi bumerang buat karir Poppy. Iya, isu tentang Poppy yg sebagai perusak rumah tangga orang,membuat karirnya makin terpuruk. Ditambah saat Poppy akhirnya digerebek oleh istri dari pejabat yg saat itu menjadi pacar Poppy. Hingga akhirnya membuat Ica merasa ia harus menjauh dan tidak lagi menjadi asistennya.
Dari satu artis ke artis lain,begitulah cerita ini berkisah. Tentang kehidupan Ica sebagai asisten n manajer artis. Namun tak satupun dari semua artisnya yg berperilaku benar,semuanya berakhir bencana. Saat ia mulai menjadi manajer penyanyi rap yg jg sama2 tengah naik daun,juga karirnya tengah di puncak, Ica kembali dikejutkan oleh artisnya sendiri karna ternyata selama ini ia adalah pecandu. Jatuh bangun Ica sepenuh hati membuat artisnya lepas dari narkoba,namun sayang semua itu tidak berhasil.
Novel ini menceritakan banyak tentang kehidupan artis dari sisi seorang manajer. Walaupun dikisahkan artis yg dimanajeri Ica tak ada yg benar, namun disini sempat diselipkan sosok artis muda yg tenar namun juga punya sikap yg baik dan santun pada siapapun. Ada satu hal yg bikin saya tergelitik,di alur yg terakhir dikisahkan Ica lagi-lagi mendapatkan satu artis yg tak kalah tenar,berprestasi dan karirnya yg tidak perlu dipertanyakan lagi. Juga semangat serta sifatnya yg perfeksionis, mengingatkan saya pada satu sosok artis wanita muda Indonesia yg prestasinya tidak diragukan lagi,bahkan karirnya sudah mencapai internasional. Tidak perlu sebut nama,pasti semua sudah tau kan? Dan dibuku ini dikidahkan kalo artisnya ini seorang maniak??! What the?!!
Hufft... Ini buku bener-bener bikin naik turun emosi. Lalu bencana apa lagi yg Ica dapat saat ia musti berhadapan dengan artis perfeksionis ini? Dan apakah Ica masih sanggup dan mau untuk menjadi manajer artis lagi,setelah semua artinya gagal??
well,mending baca sendiri. Dijamin ga bakal nyesel. Novel ini benar-benar menghibur juga padat bergizi. Sepadat bukunya yg tebalnya hampir menyamai buku Harry Potter. Selamat membaca!

Sabtu, 23 Februari 2013

Go "Home"

Ada kalanya sebuah rumah akan makin sepi ditinggal oleh penghuninya. Bukan karna tak lagi nyaman,tapi memang sudah waktunya mencari 'rumah' lainnya. Dan mungkin rumah ini beberapa waktu kedepan bakal kembali ditinggal oleh satu penghuninya yg lain. Demi mewujudkan mimpinya yg lama terpendam.

Kamis, 14 Februari 2013

Kata Hati, Sebutlah Itu Cinta

Buku berikutnya yg mau saya review adalah buku dari karya Bernard Batubara yg judulnya Kata Hati. Sbenernya nemu buku ini ga sengaja, waktu itu baca beberapa tweet ttg buku ini. Karna penasaran akhirnya beli juga. Buku ini kebetulan settingnya di Jogja,salah satu kota favorit saya. Itu juga yg bikin saya tertarik untuk baca.

Cerita ini mengambil tokoh utama pria, pas banget jarang-jarang saya baca novel yg peran utamanya pria dan patah hati. Saya baru tau dari buku ini kalo ternyata pria juga bisa super galau dan sbegitu susahnya buat bangkit dari patah hati.

Jadi kisah berawal dari seorang lelaki bernama Randi yg patah hati karna ditinggal oleh pacarnya Dera. Randi diceritakan sebagai pria yg super galau dan mungkin kalo ada pemilihan mister galau, Randi pemenangnya :-P

Ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk mengulang kembali kisah manisnya bersama Dera ditempat favorit mereka dulu di sebuah kafe di sudut Jogja. Kadang ia juga sesekali berbagi duka nya bersama sahabatnya Irfan.

Hingga suatu saat tanpa sengaja Randi bertemu dengan Filla,gadis penyuka fotografi di kafe tersebut. Gadis yg sama-sama pernah kehilangan, karna tak mampu menyatakan perasaanya dan memilih untuk menyimpan rasa demi cinta sendiri.

Tak ada yg istimewa awalnya, namun tanpa sengaja Filla membuta Randi menemukan ada sosok Dera pada diri Filla. Sosok yg ia rindukan. Hari -hari berlali hingga akhirnya mereka semakin dekat. Sampai suatu saat ketika hatinya yg berantakan hampir tertata lagi, Dera tiba-tiba hadir.

Randi kembali galau,ketika Dera bilang kalo ia menyesal sudah melukai Randi. Dera ingin kembali pada Randi, dan ingin memulainya dari awal lagi. Lalu gimana dengan Filla yg ternyata sudah menaruh hati pada Randi? Bagaimana dengan hati Randi sendiri? Apakah hatinya sudah benar-benar pulih? Jika memang dua insan ditakdirkan bersama, maka biarkan kata hati yg tunjukan.

Sebenernya kalo dari alur cerita ini udah ketebak gimana endingnya. Dan sepertinya untuk novel-novel terbitan Bukune emang buku wajib para galauers. Karna beberapa kali baca novel terbitan Bukune isinya cerita galau. Oh iya hari ini, film adaptasi dari novel Kata Hati bakal rilis. Dan denger2 ceritanya bakak sedikit berbeda dari novelnya. Hmm...penasaran juga sih,tapi saya lagi nunggu yg mau bayarin nih :-P

Dan yg paling saya suka dari film Kata Hati ini,pengisi soundtracknya itu Nadya Fatira, salah satu penyanyi favorit saya. Dan uda beberapa kali denger lagunya asik banget,ga bosen dengerinnya.

Okei... Balik lagi ke novelnya. Keseluruhan novel ini lumayan bagus buat yg suka ama novel yg ga berat-berat (kaya saya). gaya bahasa nya mudah dicerna dan saya cukup nyaman. Dan buat yg lagi patah hati cocok banget buat baca bukunya. Kamu bisa belajar buat move on dari Randi. Intinya kalo kamu sedang patah hati,jangan berlarut2 kasi ruang buat perubahan baru yg datang. Nikmati sakitnya karna saat kamu mulai mendapati kembali bahagia kamu,semua akan terasa lebih manis.

Selasa, 12 Februari 2013

Istoria da Paz, Saat kebahagian Menjadi Sederhana.

Maaf sudah lama tidak pernah posting. Kebetulan saat ini saya sedang  fakir ide.
Ini adalah postingan saya yg pertama di 2013. Dan saya mau review buku yg baru saya baca bulan kmaren. Kali ini saya mau review bukunya Okke 'sepatu merah' yg judulnya Istoria da Paz, Perempuan Dalam Perjalanan. Sebelumnya saya sudah pernah baca dua bukunya. Yaitu Indonesian Idle dan yg trakhir Heart Block. Dan dua2 nya sama menariknya. Karna itu waktu nemu buku Okke yg lain saya langsung penasaran pengen beli.

Jadi Istoria da Paz ini menceritakan tentang kisah perjalanan dari seorang perempuan bernama Damai Priscilla,editor dari salah satu penerbit buku. Kisah berawal dari Damai yg harus berhadapan dengan penulis baru, Arimbi Pramuditha. Tulisannya yg terlalu idealis dan sinis membuat Damai menjadi kesal dan tak tahan karna tulisannya terlalu pedas dan cenderung kontra terhadap budaya yg ada di negri ini. Belum lagi pacarnya, Jambrong yg seorang tatto artist amat mengagumi keidealisan Arimbi. Dan itu yg slalu membuat Damai smakin tidak suka pada Arimbi.

Hingga pada suatu ketika Damai menemukan bahwa Jambrong benar2 selingkuh dihadapan Damai. Damai patah hati,ia marah tapi juga tidak mau kehilangan kehidupannya yg nyaman bersama Jambrong. Hidupnya kosong,saat Jambrong memutuskan untuk pindah dari kontrakannya.
Karna tidak mau terus mengingat kesepiannya kini karna ditinggal Jambrong,Damai memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya. Yang ternyata slama ini ayahnya memang amat mencintainya namun dengan cara nya yg berbeda dan tak biasa.

Lalu Damai mendapat tawaran untuk menjadi editor untuk sebuah buku baru yg akan diterbitkan,tentang sekolah damai. Sekolah.khusus korban pengungsi di timor leste. Damai harus terbang ke ujung timur Indonesia untuk langsung melihat keadaan sesungguhnya agar lebih mudah dalam proses penulisan.
Akhirnya Damai memutuskan untuk menerima tawaran itu,karna itu lebih baik daripada harus slalu memikirkan hubunganya dengan Jambrong. Disana bertemulah dia dengan seorang Dionysius Alexander,salah satu pendiri sekolah damai. Yang namanya sudah mulai terdengung di beberapa media karna jiwa sosialnya. Disana Damai belajar banyak hal. Tentang keluarga,arti kehilangan, memafkan dan juga kebahagian.

"mungkin kebahagiaan itu tidak perlu dicari,karna dia memang tlah ada,didepan mata kita sendiri. Siapa tau hanya dengan mengubah cara pandang ttg kehidupan,ternyata kebahagiaan yg tadinya tidak kelihatan jadi terlihat jelas"

"apa menurutmu kunci itu?" tanya Damai.

"Hati yg bersyukur. Kalau kamu bisa bersyukur dengan apa yg kamu punya,bahagia itu akan menyusul"


Yak..mungkin segitu aja sinopsis.singkatnya. Dan Menurut saya buku ini amat bermakna. Terlebih dengan saya yg emang baru bgt di dunia pendidikan anak. Ga nyesel beli buku ini. Isinya bagus. Sederhana tapi bermakna. Tentang sebuah perjalanan menuju kebahagian yg ternyata amat sederhana. Tentang memaafkan dan mencoba berdamai dengan kehilangan.Buat yg penasaran silakan beli di toko buku terdekat di kota anda. Saya jamin tidak akan menyesal.

Rabu, 19 Desember 2012

acakadut @office

too much to do...

Minggu, 21 Oktober 2012

[Do Not] Forget Your Dream!

Beberapa hari ini saya baru aja mendapatkan fakta bahwa teman-teman saya ternyata sudah banyak yang menikah, dan beberapa lagi akan menikah. Dan hari ini saya baru ngobrol dengan istri-istri baru. Mendengar cerita-cerita mereka yang suaminya rajinlah, mandiri, tapi kalo uda lama-lama jadi rempong bin males, belum lagi urusan ekonomi keluarga, yang begini yang begitu. bla....bla...bla....

Mendengar cerita mereka, malah jadi makin membuat saya untuk tidak mengubah rencana hidup saya. Saya beberapa kali ditanya oleh teman saya yg sudah menikah maupun ortu murid tentang rencana menikah. Dan jawaban saya tetap sama.

"masi lama bu, mungkin 2-3 tahun lagi" "eh.. ga boleh lama-lama, ga boleh gitu..!" begitu mereka jawab. dan saya cuma menjawab dengan cengiran. Iya saya memang belum punya niat untuk menikah. Menikah itu ada di nomor kesekian dari daftar hidup saya. Beruntung ortu saya juga ga menuntut dan memang saya berasal dari keluarga yang tidak menganut nikah muda. Bagi keluarga saya menikah itu paling muda ya umur 24 keatas. Karena bagi mereka menikah itu tidaklah mudah. Tidak cuma modal C.I.N.T.A tapi juga materi dan juga rasa tanggung jawab.

Saya bilang ke teman saya, kalau saya masih mau cari duit dulu, baru setelah itu ngejar mimpi saya. Mereka cuma bilang "wih....!". Its OK! Tiap orang kan beda-beda pandangnnya. Karena saya ga mau saat saya nikah dan hidup bahagia punya anak dan hidup sejahtera justru malah saya jadi melupakan dan mengubur mimpi-mimpi saya. BIG NO!

Karna itu saya harus nyari suami yang ga hanya seiman dan satu tujuan tapi juga satu mimpi. Jadi nanti saya bisa membangun mimpi itu bersama-sama. Bukan hanya tentang mimpi keluarga yang bahagia, punya rumah asri dan luas, dan punya anak-anak yg manis. Tapi juga mimpi pribadi lain tentang passion dan juga dunia yang dulu di impikan. Seperti Kugy dan Keenan yang sama-sama mengarungi dan membangun mimpi bersama-sama. Bagi saya itu terasa utuh :)

Karna itu saat ini, seperti yg saya bilang saat ini fokus saya adalah cari duit sebanyak2nya. Untuk bekal mimpi  saya nanti. Sebenarnya bukan cuma uang, tapi juga percaya diri dan keberanian. Saat ini saya sedang berusaha mengumpulkan 2 rasa itu. Mungkin bagi sebagian orang kalo punya mimpi ya langsung kejar. Tapi saya? jujur ada ketakutan yang cukup besar bagi saya untuk menggapai mimpi itu, Karena itu disini saya sedang belajar dan mematri diri saya untuk menjadi lebih kuat dari sekarang. Jatuh bangun saya lakukan dan lalui dalam menjalani kerjaan saya sekarang. Demi nantinya saya bisa menjadi pribadi yang tangguh. Klo pinjem kata-katanya Perahu Kertas, "jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri"

Saya tidak pernah menyelesaikan apapun saat saya masuk ke dunia yang baru saya tekuni. Seperti beladiri, broadcast, maupun jurnalistik. Karna itu saat saya sudah terjun kedunia anak-anak ini, saya akan berusaha untuk terjun habis, sampai saya akhirnya mampu menghasilkan sesuatu. Setidaknya saat saya rasa saya cukup disini dan selesai, rekan dan keluarga saya tau kalau saya sudah mampu melihat, ini loh hasil saya banting tulang disini. Setidaknya saya tau kalau saya punya karya yg bisa saya banggakan kelak, walaupun sudah tidak di tempat yg sama lagi. Untuk itu saya dikenang sebagai seorang DIAN yg ga pernah lelah mengejar mimpinya.



Rabu, 03 Oktober 2012

Saat Suara dan Hati Sama-sama terpuruk...

seorang ibu selalu tau kapan anaknya sedang sedih, terpuruk atau bahagia. Naluri ibu selalu tak pernah meleset. Tepat sasaran. Sama seperti keadaan saya saat ini. Saat kondisi saya berada di seperempat turunan dan nyaris terjatuh, ibu saya memberi peluru semangat nya lagi. Padahal saya tidak berbicara apapun, bahkan berusaha menutupinya. Tapi naluri ibu selalu tepat. Pagi ini saya sudah mendapatkan suntikan pagi dari beliau. Tentang pekerjaan saya yang kian rempong dan anak-anak yang menggila. Ditambah suara saya yang sudah sebulan lebih masih setia serak. Kekesalan saya sudah hampir puncak sebenernya. Padahal suara adalah modal besar saya di kerjaan saya sekarang.

Yang saya tau saya harus bertahan, karna perjalanan ini jangankan 3/4, bahkan ini belum mencapai garis tengah. Karna itu saya harus bisa bertahan. Melawan kondisi seberat apapun. Karna saya sudah janji pada diri saya akan melakukan segala suatu sampai tuntas, ga setengah-setengah.

Dan lagi ini suara saya makin lama makin sekseh. udah ampir sebulan tapi ga sembuh2. Karna itu sebulan ini juga saya mulai memperbaiki pola hidup saya sedikit. Kaya mulai rajin makan sayur (padahal dari dulu paling males yg namanya makan sayur) ga minum es. Biasanya rajin banget makanin es krim mulu tiap hari, tapi guna mengurangi dampak parah tenggorokan, saya rela buat ga makan es krim. Sakau sih, tapi ya mau gimana lagi. Dan juga mulai ga jajan macem-macem, kaya gorengan dan sejenisnya.

Hari ini saya mencoba memberanikan diri untuk ke dokter. Sebenernya saya ini orang yg paling males berurusan dengan dokter. Kenapa? karna saya benci obat. Kalau ke dokter pasti obat yg dikasi itu ga cukup  satu, minimal 3 macem. Masalahnya mulut saya agak sensi ama obat. Kalau uda kebanyakan seringnya malah obat saya muntahin karna mulut uda ga mentolerir obat untuk masuk. Tapi demi kesembuhan dan kesempurnaan suara saya, saya berkorban. Apapun saya lakukan supaya suara saya bisa normal lagi.

Mudah-mudahan setelah obat-obat ini habis suara saya bisa kembali seperti semula. Jadi bisa karokean lagi deh. Doakan yah!