Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Februari 2016

The Fault In Our Stars: Kanker, Cinta, dan Persahabatan

Movie poster featuring Shailene Woodley and Ansel Elgort in character
sumber:wiki

Kemarin saya baru ajah  nonton Film The Fault In Our Star, telat banget yak? :P
Eimmm....!


Padahal filmnya udah dari tahun 2014 lalu, udah telat 2 tahun, sih. Padahal waktu pas film ini baru keluar, sempet lumayan heboh gitu, kan. Komentarnya yg bilang bagus, romantis, bla..bla..bla..


Saya yang sedari awal lihat trailer filmnya, sama sekali nggak tertarik. Kenapa? Karena film ini bergenre drama. Saya ngga tertarik semua film, dan tayangan TV yang bergenre drama. Kenapa (lagi)? Karena Sedih (yaiyalah...!) Saya ngga suka menonton tayangan yang syedih dan menguras air mata. Lah wong pas emang lagi suasana sedih ajah, berusaha gimana caranya supaya ngga nangis, lah ini malah sengaja di push biar nangis. Yah, makin kejer laah L


Tapi karena emang waktu itu, tugas-tugas Inggris saya sudah selesai. Bingung mau apa, terlebih internet di rumah mati. Lalu ubek-ubek disk laptop dan nemu film ini di disk punya abang saya. Yowisslah, akhirnya lebih baik saya nonton ajah. Dan ternyata setelah saya nonton filmnya. Saya akhirnya tau kenapa orang-orang memuja-muja film ini. Saya akui emang film ini oke. Tapi yang saya suka disini bukan adegan romantis antara Hazel dan Agus. Atau karena suka sama Agus yang ganteng dan so sweet banget ituh. 

 (Dan pun saya baru ngeh, kalo pemeran Hazel dan Agus ini juga di pasangkan jadi kakak-adik di seri Divergent. Lah abis rambutnya jadi panjang, ya saya pangling)

eniweii, yang saya suka dari film ini adalah karakter – karaker nya. Hampir semua tokoh di film ini, karakternya saya suka. Saya ngga tau, sih apakah buku dan filmnya sama persis alurnya apa ngga. Atau Filmnya cuma mengambil beberapa plot yang paling menarik di buku. Tapi biasanya, sih kalau karakter tetap dibuat sama, cuma alur cerita saja yang berbeda. 

Dimulai dari orangtuanya Hazel. The Lancasters. Orangtua yang harus membesarkan anak dengan kanker, dan langka. Jujur itu amat sulit. Berat banget tanggung jawab yang harus dipikul oleh Orangtua Hazel, pun dengan orangtua Agus. Tapi emang kalau dilihat orang tua Agus terlihat lebih ceria dan hangat ketimbang Bapak Ibunya Hazel. Walaupun memang Bapak ibu Hazel juga sama berjuangnya untuk menjadi orang tua yang baik dan kuat, juga selalu membujuk anaknya entah saat kunjungan ke rumah sakit, bertemu dengan dokter, ataupun untuk menjadi remaja pada umumnya.


Dan yang saya salut adalah kedua Orang tua ini, tidak memperlakukan anak-anak mereka layaknya orang yang sakit, melainkan layaknya anak remaja normal pada umumnya. Mungkin karena emang udah sedari kecil mereka membesarkan anak dengan kondisi seperti itu. Mereka jadi sudah cepat tanggap dan tidak panik ketika anaknya melalui masa-masa kritis. Maka itu, mereka para orang tua yang memiliki anak-anak yang spesial ini merupakan para orang tua yang Setrong! Mungkin kalau saya di situasi begitu, saya malah yang jadi sering ngedrop.


Isaac, si penderita Tumor di mata. Mata sebelahnya sudah tidak bisa melihat, sebentar lagi mata satunya juga akan dioperasi, yang nantinya ia akan buta seutuhnya. Dan cara dia bercerita itu, loh. Nggak ada kesan sedihnya. Padahal dia tidak akan bisa melihat dunia lagi. Dan dia bilang karena dia punya pacar yang seksi. Konyol banget, kan. Walaupun pada akhirnya dia putus dengan kekasihnya, namun kekonyolan si Isaac ini nggak luntur sama sekali. Buat saya karakter Isaac ini amat sangat menghibur. Karakternya yang tempramen tapi juga sahabat yang baik bagi Agus serta Hazel juga. Dan lagi menurut saya dia jauh lebih ganteng daripada si Agus. Senyumnya manis *blushing*



mas Agus dan Mba Hazel

Dan, peran utama kita. Hazel dan Agus, adalah dua karakter yang berbeda. Hazel lebih cuek dan masa bodoh. Sementara Agus adalah pribadi yang ceria dan hangat. Walaupun pada akhirnya, saat Agus yang ternyata yang harus ‘pergi’ duluan, ia sempat merasa down. Dan di saat-saat terahirnya itu, semua sifat dia yang menyenangkan hilang, dan berubah menjadi penggerutu dan menyebalkan. Yah, untungya itu tidak berlangsung lama, dan semua itu berkat Hazel J

trio gesrek 

Tapi saya nggak menyalahkan Agus, kok. Karena bagi saya itu wajar. Siapa yang bisa menghadapi dengan tenang saat kita tahu kapan kita harus pergi meninggalkan orang-orang yang kita sayang? Sementara Agus, Hazel dan Isaac justru dengan santainya (walaupun nangis juga) bisa-bisanya bikin Gladi resik upacara pemakaman! Dan mereka pun masih bisa tertawa :’) Luar biasa.  


eh, apa cuma saya disini yg merasa kalau film ini agak mirip-mirip ceritanya sama A Walk to Remember, yang tokoh utamanya sama-sama harus dibuat meninggal, saat si peran utama mulai merasakan manisnya kedatangan si dia? Iya nggak, sih. Iyakan? Udah, iyain , ajah!


Oh iya, yang paling saya suka adalah bahwa semua tokoh-tokoh pengidap kanker ini (yang di perkumpulan ituh) semua anak-anaknya terlihat amat normal. Mereka terlihat layaknya anak remaja biasa. Nggak terlihat sakit sama sekali. Dan mereka dengan tenang dan santainya bercerita soal penyakitnya. Apalagi pas Isaac cerita soal dirinya. Itu lucu banget, Dan Agus tentunya, dia juga keren!


Mereka bercerita seolah penyakit tidak menghalangi kehidupan mereka. Mereka terus menjalani hidup mereka layaknya orang lain pada umumnya. Salut, sih! Saya ajah yang jarang sakit dan separah-parahnya sakit adalah gejala Tifus, sekalinya cuma sariawan bisa sampe nangis-nangis karena susah  makan. Belum lagi kalau lagi radang atau flu, bawaannya pengen selimutan ajah, walaupun nafsu makan tetep menggila :D


Hazel : mas, kok kamu tega ninggalin aku duluan, kulo mboten sanghup mas

Dan, yak!
Saya juga suka endingnya. Sedih memang, tapi cuma sebentar ajah, walaupun sempet mewek juga karena pada akhirnya Hazel menemukan hingga terakhir Agus hidup pun, dia masih berusaha untuk membuat Hazel bahagia dengan mendatangkan si Houten, buat kasih tau ending bukunya. Walaupun ujung-ujungnya diusir juga.  Dan surat yang Agus kirim, itu pecah banget, sih.

 Okay? Okay! J



Kamis, 11 April 2013

MIKA

Hai lagi!
skarang masih akan review buku baru lagi. Yg fresh bgt soalnya baru beres baca semalem. Tapi kali ini buku yg saya baca sedih bin melow, judulnya WAKTU AKU SAMA MIKA karya Indi. Sebenernya buku ini sudah difilmkan tahun ini deh,dan pemeran2nya itu ada Vino. G Bastian as Mika dan Velove Vexia sebagai Indi. Nah,kebetulan pas kmaren abis benerin jam trus mampir ke tokbuk n nemu buku ini.

Awalnya saya pikir buku ini sejenis novel, tapi ternyata buku ini lebih bertipe ke jurnal harian yg dibukukan. Yah...mungkin mirip2 sama Personal Literatur kayak buku nya Raditya Dika. Bedanya buku ini dengan Buku Radit adalah buku ini GA ADA lucu2nya. Karna yg ada saya malah nangis abis baca ini. Dan yg pasti buku ini adalah kisah nyata. Bukan buku adaptasi maupun kisah nyata yg ditambahi bumbu roman biar manis.

Buku ini bercerita tentang seorang gadis belia yg tidak biasa. Ia memiliki kelainan tulang berupa Skoliosis. Cacat pada tulang belakang yg membuat tulang punggung tidak rata. Karna itu Indi harus selalu memakai alat bantu berupa penyangga di badannya. Karna itulah Indi  sering di ejek temannya karna penyangga ini. Kemudian ia bertemu seseorang yg sama sekali tidak menatap aneh apalagi mengejek karna penyangga yg indi pakai.

Itulah kali pertama indi bertemu Mika. Bagi Indi Mika berbeda. Mika adalah pahlawan. Karna itu Indi pun selalu percaya pada smua ucapan Mika. Walaupun orang tua
Indi tak pernah setuju anaknya berhubungan dengan Mika. Bukan karna fisiknya,atau latar belakang orangtua Mika. Tapi karna Mika adalah seorang ODHA. Mika kena HIV AIDS. Sudah barang tentu,orangtua manapun selalu menginginkan anaknya berada di lingkungan yg terbaik.

"orang baik tidak kena HIV"

Begitu kata ibu Indi. Mika menerima Indi yg penuh kekurangan begitu pula Indi yg menerima Mika dengan HIVnya.  Banyak cerita2 yg bikin saya miris dan sedih. Dan saya baru tau kalo Skoliosis itu membuat penderitanya akan sulit melakukan hal2 spele yg orang biasa lakukan. Seperti jongkok,menggaruk punggung atau menoleh kebelakang lari bahkan tidur miring. Hal itu membuat saya tersadar, bahwa hal remeh bagi saya justru menjadi kesulitan yg amat bagi sebagian orang. Saya benar2 bersyukur.

Ada 2 cerita yg bikin saya ampir nangis. Itu pada saat Mika membuat Indi berlari! Bagaimana bisa? ternyata pada saat pelajaran olahraga Mika datang, yg kebetulan saat itu sedang waktunya lari. Dan tau apa,,Mika menggendong Indi dibelakang dan berlari hingga ke garis finish! walaupun Indi terakhir yg mencapai garis finish,tapi itu tetap membuat Indi bahagia. Dan adegan ini bikin saya terharu. Sumpah! baik banget Mika, dan ia bener2 membuat Indi selalu bahagia.

Namun sayang itu tidak lama, sampai pada waktu itu tubuh Mika sudah amat lemah. Saat itu Indi datang ke rumah Mika. Dan Mika hanya bisa berbaring di tempat tidurnya. Bahkan untuk berbicara pun itu sudah sulit. Mereka duduk bersisian di tempat tidur sambil menonton film Home Alone yg sedang ditayangkan di TV. Tak lama tak terdengar lagi desahan napas dari Mika. Indi hanya terdiam,matanya tertuju pada TV,namun Indi tidak menonton sisa filmnya. Hingga orang tua Mika datang dan menangis. Indi tetap dalam posisi seperti itu sampai ayahnya datang membawanya pulang tanpa menangis. :"(

Selasa, 12 Maret 2013

SELEBRITI:mengejar mimpi di Metropolitan

Okeh kali ini saya mo review lagi tentang satu novel karya Alberthien Endah yg judulnya Selebriti. Awalnya ga sengaja liat di tokbuk,dan liat sinopsis nya keliatannya seru. Tapi kebetulan baru kemaren sempet beli.
Jadi novel ini bercerita tentang gadis kampung bernama Siti Aisyah yg punya mimpi menjadi asisten artis di Jakarta. Agak absurd memang seorang anak kampung terobsesi dengan kehidupan artis. Hal ini krna Ica-panggilan akrab Siti- hampir tiap hari tidak pernah ketinggalan acara gosip di TV. Ya,hiburan satu-satunya yg ia punya di kampung. Ica yg baru lulus SMA yg hanya membantu emaknya di dapur dan ngangon bebek neneknya,serta berada di keluarga yg sederhana seolah belum cukup untuk menghidupi mimpinya. Mimpi berada dan bertemu dgn artis2 pujaannya yg biasa ia lihat di kotak cahaya itu.
Sampai suatu hari,pacarnya, deden pergi meninggalkannya demi mimpi yg sama dengan Ica. Ke Jakarta. Karna baginya Jakarta adalah sumber bagi mimpi2nya. Dan pacarnya berjanji untuk kembali jika suatu saat telah sukses ia akan menjemput Ica untuk ikut dengannya ke Jakarta. Harapan itulah yg membuat Ica setiap hari membuatnya melamun serta kembali menaruh mimpinya,walaupun bagi keluarganya itu mustahil.
Sampai suatu saat pacarnya datang. Tapi dengan penampilan yg berbeda. Tau apa yg beda dari Deden? Kini pacarnya telah berubah. Berubah menjadi pria gemulai alias banci! iyah! benar. Disinilah saya mulai merasa "ni buku gokil juga??!" Sumpah antara ngakak dan sedih juga. Sedih karna Ica harus merelakan pacarnya 'hilang' terambil keabsurdan ibukota.
Nah,dari sinilah perjuangan Ica dimulai menjadi pengadu baru di ibukota. Awalnya di Jakarta Ica tinggal bersama Deden di kontrakannya yg berada di gang sempit,sampai Deden mengajaknya ikut ke pekerjaannya sebagai perias artis profesional. Saat itu Deden menjadi perias bagi Poppy, penyanyi dangdut yg lagi naik daun. Deden dan Ica berangkat ke sebuah acara penghargaan dimana Poppy menjadi salah satu pembuka acara tersebut. Sudah tentu jika ada acara penghargaan bergengsi pastilah mengundang banyak artis pula. Nah, disini Ica saat pertama kalinya melihat artis-artis yg dulunya cuma bisa ia lihat di tv, kini jelas-jelas hanya berada beberapa meter darinya. Dan sudah barang tentu, Ica langsung keluar deh sifat norak-norak bergembiranya :-D
Ica kalang kabut,melihat banyak artis berseliweran. Dan adegan ini bener-bener paling menghibur dan konyol abis! Hahah... Sumpah saya ngakak sejadi-jadinya. Melalui berbagai pertimbangan, serta acara omelan-adu mulut sengit akhirnya Ica diterima sebagai asisten dari Poppy. Tapi ternyata tingkah Poppy tidak secemerlang lagu dan juga karirnya. Mood nya yg naik turun,benar-benar membuat Ica kalang kabut. Kadang ia semanis putri, namun kadang ia bisa jadi iblis yg tengah meminta perang dalam sekali waktu. Belum lagi sifatnya yg suka mendekati pria beristri,yg pada akhirnya justru menjadi bumerang buat karir Poppy. Iya, isu tentang Poppy yg sebagai perusak rumah tangga orang,membuat karirnya makin terpuruk. Ditambah saat Poppy akhirnya digerebek oleh istri dari pejabat yg saat itu menjadi pacar Poppy. Hingga akhirnya membuat Ica merasa ia harus menjauh dan tidak lagi menjadi asistennya.
Dari satu artis ke artis lain,begitulah cerita ini berkisah. Tentang kehidupan Ica sebagai asisten n manajer artis. Namun tak satupun dari semua artisnya yg berperilaku benar,semuanya berakhir bencana. Saat ia mulai menjadi manajer penyanyi rap yg jg sama2 tengah naik daun,juga karirnya tengah di puncak, Ica kembali dikejutkan oleh artisnya sendiri karna ternyata selama ini ia adalah pecandu. Jatuh bangun Ica sepenuh hati membuat artisnya lepas dari narkoba,namun sayang semua itu tidak berhasil.
Novel ini menceritakan banyak tentang kehidupan artis dari sisi seorang manajer. Walaupun dikisahkan artis yg dimanajeri Ica tak ada yg benar, namun disini sempat diselipkan sosok artis muda yg tenar namun juga punya sikap yg baik dan santun pada siapapun. Ada satu hal yg bikin saya tergelitik,di alur yg terakhir dikisahkan Ica lagi-lagi mendapatkan satu artis yg tak kalah tenar,berprestasi dan karirnya yg tidak perlu dipertanyakan lagi. Juga semangat serta sifatnya yg perfeksionis, mengingatkan saya pada satu sosok artis wanita muda Indonesia yg prestasinya tidak diragukan lagi,bahkan karirnya sudah mencapai internasional. Tidak perlu sebut nama,pasti semua sudah tau kan? Dan dibuku ini dikidahkan kalo artisnya ini seorang maniak??! What the?!!
Hufft... Ini buku bener-bener bikin naik turun emosi. Lalu bencana apa lagi yg Ica dapat saat ia musti berhadapan dengan artis perfeksionis ini? Dan apakah Ica masih sanggup dan mau untuk menjadi manajer artis lagi,setelah semua artinya gagal??
well,mending baca sendiri. Dijamin ga bakal nyesel. Novel ini benar-benar menghibur juga padat bergizi. Sepadat bukunya yg tebalnya hampir menyamai buku Harry Potter. Selamat membaca!

Kamis, 14 Februari 2013

Kata Hati, Sebutlah Itu Cinta

Buku berikutnya yg mau saya review adalah buku dari karya Bernard Batubara yg judulnya Kata Hati. Sbenernya nemu buku ini ga sengaja, waktu itu baca beberapa tweet ttg buku ini. Karna penasaran akhirnya beli juga. Buku ini kebetulan settingnya di Jogja,salah satu kota favorit saya. Itu juga yg bikin saya tertarik untuk baca.

Cerita ini mengambil tokoh utama pria, pas banget jarang-jarang saya baca novel yg peran utamanya pria dan patah hati. Saya baru tau dari buku ini kalo ternyata pria juga bisa super galau dan sbegitu susahnya buat bangkit dari patah hati.

Jadi kisah berawal dari seorang lelaki bernama Randi yg patah hati karna ditinggal oleh pacarnya Dera. Randi diceritakan sebagai pria yg super galau dan mungkin kalo ada pemilihan mister galau, Randi pemenangnya :-P

Ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk mengulang kembali kisah manisnya bersama Dera ditempat favorit mereka dulu di sebuah kafe di sudut Jogja. Kadang ia juga sesekali berbagi duka nya bersama sahabatnya Irfan.

Hingga suatu saat tanpa sengaja Randi bertemu dengan Filla,gadis penyuka fotografi di kafe tersebut. Gadis yg sama-sama pernah kehilangan, karna tak mampu menyatakan perasaanya dan memilih untuk menyimpan rasa demi cinta sendiri.

Tak ada yg istimewa awalnya, namun tanpa sengaja Filla membuta Randi menemukan ada sosok Dera pada diri Filla. Sosok yg ia rindukan. Hari -hari berlali hingga akhirnya mereka semakin dekat. Sampai suatu saat ketika hatinya yg berantakan hampir tertata lagi, Dera tiba-tiba hadir.

Randi kembali galau,ketika Dera bilang kalo ia menyesal sudah melukai Randi. Dera ingin kembali pada Randi, dan ingin memulainya dari awal lagi. Lalu gimana dengan Filla yg ternyata sudah menaruh hati pada Randi? Bagaimana dengan hati Randi sendiri? Apakah hatinya sudah benar-benar pulih? Jika memang dua insan ditakdirkan bersama, maka biarkan kata hati yg tunjukan.

Sebenernya kalo dari alur cerita ini udah ketebak gimana endingnya. Dan sepertinya untuk novel-novel terbitan Bukune emang buku wajib para galauers. Karna beberapa kali baca novel terbitan Bukune isinya cerita galau. Oh iya hari ini, film adaptasi dari novel Kata Hati bakal rilis. Dan denger2 ceritanya bakak sedikit berbeda dari novelnya. Hmm...penasaran juga sih,tapi saya lagi nunggu yg mau bayarin nih :-P

Dan yg paling saya suka dari film Kata Hati ini,pengisi soundtracknya itu Nadya Fatira, salah satu penyanyi favorit saya. Dan uda beberapa kali denger lagunya asik banget,ga bosen dengerinnya.

Okei... Balik lagi ke novelnya. Keseluruhan novel ini lumayan bagus buat yg suka ama novel yg ga berat-berat (kaya saya). gaya bahasa nya mudah dicerna dan saya cukup nyaman. Dan buat yg lagi patah hati cocok banget buat baca bukunya. Kamu bisa belajar buat move on dari Randi. Intinya kalo kamu sedang patah hati,jangan berlarut2 kasi ruang buat perubahan baru yg datang. Nikmati sakitnya karna saat kamu mulai mendapati kembali bahagia kamu,semua akan terasa lebih manis.

Selasa, 12 Februari 2013

Istoria da Paz, Saat kebahagian Menjadi Sederhana.

Maaf sudah lama tidak pernah posting. Kebetulan saat ini saya sedang  fakir ide.
Ini adalah postingan saya yg pertama di 2013. Dan saya mau review buku yg baru saya baca bulan kmaren. Kali ini saya mau review bukunya Okke 'sepatu merah' yg judulnya Istoria da Paz, Perempuan Dalam Perjalanan. Sebelumnya saya sudah pernah baca dua bukunya. Yaitu Indonesian Idle dan yg trakhir Heart Block. Dan dua2 nya sama menariknya. Karna itu waktu nemu buku Okke yg lain saya langsung penasaran pengen beli.

Jadi Istoria da Paz ini menceritakan tentang kisah perjalanan dari seorang perempuan bernama Damai Priscilla,editor dari salah satu penerbit buku. Kisah berawal dari Damai yg harus berhadapan dengan penulis baru, Arimbi Pramuditha. Tulisannya yg terlalu idealis dan sinis membuat Damai menjadi kesal dan tak tahan karna tulisannya terlalu pedas dan cenderung kontra terhadap budaya yg ada di negri ini. Belum lagi pacarnya, Jambrong yg seorang tatto artist amat mengagumi keidealisan Arimbi. Dan itu yg slalu membuat Damai smakin tidak suka pada Arimbi.

Hingga pada suatu ketika Damai menemukan bahwa Jambrong benar2 selingkuh dihadapan Damai. Damai patah hati,ia marah tapi juga tidak mau kehilangan kehidupannya yg nyaman bersama Jambrong. Hidupnya kosong,saat Jambrong memutuskan untuk pindah dari kontrakannya.
Karna tidak mau terus mengingat kesepiannya kini karna ditinggal Jambrong,Damai memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya. Yang ternyata slama ini ayahnya memang amat mencintainya namun dengan cara nya yg berbeda dan tak biasa.

Lalu Damai mendapat tawaran untuk menjadi editor untuk sebuah buku baru yg akan diterbitkan,tentang sekolah damai. Sekolah.khusus korban pengungsi di timor leste. Damai harus terbang ke ujung timur Indonesia untuk langsung melihat keadaan sesungguhnya agar lebih mudah dalam proses penulisan.
Akhirnya Damai memutuskan untuk menerima tawaran itu,karna itu lebih baik daripada harus slalu memikirkan hubunganya dengan Jambrong. Disana bertemulah dia dengan seorang Dionysius Alexander,salah satu pendiri sekolah damai. Yang namanya sudah mulai terdengung di beberapa media karna jiwa sosialnya. Disana Damai belajar banyak hal. Tentang keluarga,arti kehilangan, memafkan dan juga kebahagian.

"mungkin kebahagiaan itu tidak perlu dicari,karna dia memang tlah ada,didepan mata kita sendiri. Siapa tau hanya dengan mengubah cara pandang ttg kehidupan,ternyata kebahagiaan yg tadinya tidak kelihatan jadi terlihat jelas"

"apa menurutmu kunci itu?" tanya Damai.

"Hati yg bersyukur. Kalau kamu bisa bersyukur dengan apa yg kamu punya,bahagia itu akan menyusul"


Yak..mungkin segitu aja sinopsis.singkatnya. Dan Menurut saya buku ini amat bermakna. Terlebih dengan saya yg emang baru bgt di dunia pendidikan anak. Ga nyesel beli buku ini. Isinya bagus. Sederhana tapi bermakna. Tentang sebuah perjalanan menuju kebahagian yg ternyata amat sederhana. Tentang memaafkan dan mencoba berdamai dengan kehilangan.Buat yg penasaran silakan beli di toko buku terdekat di kota anda. Saya jamin tidak akan menyesal.