Selasa, 01 Oktober 2013
Ekspedisi Anak Krakatau
Semua berawal saat saya liat salah 1 post di grup yg saya ikutin di fb. Disitu tertulis untuk trip Krakatau, Pengibaran bendera di puncak Anak Gunung Krakatau. Dan dari situ mulai tertarik. Pertama karna deket (domisili saya di serang,jadi pasti nya lumayan deket), kedua karna tour nya pas banget dengan libur (jadi saya ga perlu repot2 mindahin jadwal ngajar saya) dan yg ketiga saya emang lagi butuh banget liburan! terlebih waktu denger cerita-cerita temen yg udah kesini,kesitu. Dan sumpah saya irrri banget. Jadi nya saya memutuskan untuk ikut.
Lalu, saya mulai cari temen. Kira-kira ada ga ya yg mo traveling juga. Maklum pertama kali, jadi minimal saya harus punya minimal 1 orang yg uda kenal. Nervous bro! Kontak sana,kontak sini, akhirnya saya berangkat dengan temen sekolah saya (yg juga kuliah bareng). Namanya Wiwi. Yah...seneng aja punya temen yg 1 misi. Traveling.
Perjalanan pun dimulai. Saya dan Wiwi brangkat menuju pelabuhan Merak jumat malam. Karna menurut jadwal kapal berangkat sekitar pukul 12 malam. Sesampai disana, ga terlalu banyak kejadian yg wow sih. Cuma emang waktu lagi nunggu peserta sempet ketemu temen Smp yg tujuan juga sama,cuma beda travel. Dan disini saya bener-bener lupa dengan wajah temen-temen saya. Karna justru yg mengenali mereka itu Wiwi duluan. Dan sampe skarang pertanyaan yg masih ganjel adalah: emang iya, ya mereka satu smp ama saya? Bad memory? I am.
Sekitar pukul 00.30 (tengah malem!) kita mulai naik kapal. Dan entah kenapa kapal malah baru mulai berlayar sekitar pukul 01.30. Telat banget! Sampai Bakauhuni sekitar pukul 5 subuh. Dan disini sempat ada miss sedikit yg bikin kru telat untuk ke tempat selanjutnya yaitu Pelabuhan Cianti. Yang seharusnya jam6 kita disana, tapi baru sekitar jam7 kita baru sampei Cianti. Sampai Cianti kesal karna nunggu angkutan di Bakauhuni terbayar, karna di Cianti yg walopun pelabuhan kecil tapi suasananya enak banget. Pantainya bening dan ombaknya tenang banget.
Tapi perjalanan selanjutnya justru amat sangat bikin menderita, setengah idup saya tahan fisik saya. Perjalanan 3 jam lebih di laut, dengan gelombang yg cukup tinggi, ditambah duduk di dek kapal yg matahari dengan bebasnya nyengat kulit. Well.. bukannya saya takut item (toh uda item juga), tapi karna perut yg sedikit masuk angin ituh rasanya sumpah nyiksa banget. Tapi saat mulai lihat si Krakatau dari kejauhan rasa mulai dan puyeng sedikit terobati. Apalagi pas turun dari kapal dan menjejakkan kaki di pulau, badan rasanya seger lagih. Kita mulai naik sekitar jam 12 (pas tengah hari bolong) dimana matahari lagi terik-teriknya. Saat hampir ke puncak jalanan lumayan susah karna pasir dan kemiringan gunung. Tapi pas liat pemandangan di puncak itu, Wuihhhhh...! kerrren banget. Kebayar deh panas-panasannya.
Pulang dari Krakatau, tadinya menurut jadwal langsung snorkling di Lagon Cabe, tapi pas kesana sayangnya gelombang lagi ga bagus. Banyak arus. Alhasil kita langsung ke pulau Sebesi buat istirahat dan lanjut besok pagi. Jujur agak kecewa sih dengan pengelola trip yg saya ikut ini. Karena kurang koordinasi antar kru trip dan komunikasi antar peserta dan kru juga jarang. Ga ada tuh brifing acara. Ga ada tuh yg di ingetin buat ini itu. Packing, waktu dan tujuan selanjutnya. Tapi yasud, ini buat mengingatkan saya, untuk ga pake travel ini lagi.
Tapi keesokan harinya, kekesalan saya terobati buanget. Karena ini pertama kalinya saya ngerasain yg namanya snorkling. Dan pas terjun ke laut, jujur deg-degan bgt secara ga jago renang, apalagi di kedalaman 3 meter lebih. Tapi pas liat langsung pemandangan lautnya, itu rasanya bener-bener bengong! Jadi ini yg namanya surga bawah laut. Karang-karang besar dan indah, serta ikan-ikan yang berenang dengan cueknya di bawah saya. Saya kaya lagi di aquarium super guedeee! Dan itu bikin saya ngerasa, "hallo! dian! kemana aja kamu selama ini?? Kenapa ga dari dulu kamu maen beginian?"
Dandari tempat snorkling, kita menuju pulau Umang-umang. Dimana disini saya yg baru pertama kali liat pantai yg indah banget. Biru dan beningnya air laut yg biasanya saya cuma liat di TV, disini saya bisa liat langsung! Dan itu indah banget! Dan bayangin cuma di kedalaman 50 meter alias sedengkul kaki, saya bisa liat karang yg sama bagusnya dengan tempat snorkling saya tadi. Plus ikan nemo dan ikan lain warna-warni, biru, hijau, kuning macem-macem bisa kamu liat disini. Di tempat yg cetek banget. Sumpah puas dan ga nyesel sama sekali.
Alhamdulillah, saya dikasi kesempatan bisa nyicipin salah satu dari beribu-ribu destinasi wisata indah di Indonesia. Dan dari sini juga saya ketemu orang-orang baru yg punya ilmu yg banyak. Bahkan mereka mengajak saya untuk ikut trip selanjutnya bareng mereka. Dan mungkin dalam waktu dekat saya bakal trip lagi. Tapi sekarang waktunya kencangkan ikat pinggang, nabung-nabung dan nabung. Bismillah semoga tempat-tempat impian saya bisa saya kunjungi. AMIN.
Senin, 02 September 2013
We are not animal, we are human
What's the difference between human and animal?? Jelas! kita manusia diciptakan dengan hati dan perasaan. Hewan tidak akan mengganggu jika mereka tidak diusik kehidupannya. Begitu pun sebaliknya.
Sama hal nya dengan manusia. Kita tentu akan berbuat baik kepada orang yg berbaik hati kepada kita. Namun jika ada yg berbuat jahat kepada manusia, manusia tidak lantas membalasnya dengan keburukan juga. Manusia punya pilihan. Karena manusia memiliki perasaan. Hati.
Manusia bisa memilih, apakah ia akan memaafkan, melupakan, atau melawan. Namun sepertinya yg sering terjadi kita sebagai manusia lebih sering HANYA memaafkan. Tapi tidak melupakan. Terlebih dengan embel-embel 'pemakluman'. Contoh nya...
"ya...maklum lah kan masih kecil"
"maklum aja lah, kan dia emang gitu anaknya"
Dan, maklum maklum lainnya.
Capek ga sih?? Harusnya kata Maklum itu ga pernah ada. Masak iya kita terus memaafkan kesalahan yg sama berulang kali. Bebel banget yak!
Eniwei...sebenernya postingan ini bukan soal maklum-memaklumi. Tapi tentang beberapa orang yg uda kita baik-baikin, manis, justru malah bersikap sebaliknya sama kita. Kesel ga sih?! Ini kedua kalinya saya mengalaminya.
Heiiii....! we're not animal! We have feeling! We have heart! emangnya kalo situ digituin, ga nyesek apah! Jujur pengen banget ngomong begitu di depannya langsung. Tapi sayangnya ga bisa. Kita hidup di dunia yg penuh tata krama, sopan santun bin basa-basi. Klo lo mau pulang tanpa muka sih, monggo.
Sakit hati? iya. Nyesek? banget! Tapi karena sayangnya saat ini saya masih butuh orang-orang seperti mereka, mau ga mau, saya berusaha menerima perlakuan mereka. Mudah-mudahan mereka dibukakan pintu maaf dan hidayah oleh Allah. Bahwa saya juga makhluk Allah. Sama seperti mereka. Lagian saya ga mau mencari musuh. Biarlah nanti akan diganti dengan yg lebih indah rasa sakit hati saya ini. Dan ini juga jadinya 'Pemakluman' lagi. Sigh!
Jadi ya gitu sih, keluh kesah hari ini. Eh kok ya, dari kemaren postingannya sama semua yah, nyampah alias curhat keresahan hati? Saya baru sadar. Maafkeun sayah yah *sembahsungkem*
Baiklah next post harus yg ga nyampah lagi. Mungkin saya cerita soal trip saya kemaren yg upacara di Krakatau boleh juga. Mudah2an nanti saya tidak malas untuk mempost nya.
Baiklah! hasta manana!
Minggu, 25 Agustus 2013
Pria Hujan
---------------------------------------------
Gadis kecil itu hanya termangu,saat pria tinggi itu duduk disampingnya. Pria berjaket hitam itu terdiam dan hanya memandangi hujan yg turun. Gadis kecil itu merapatkan tangannya, bersama dengan payung kuning yang digenggamnya sejak tadi.
"hujan itu berkah. Tapi juga masalah" kata pria itu tiba-tiba,masih dengan tatapan yg lurus kedepan.
Sang gadis hanya menatapnya sekilas,lalu kembali sibuk menghangatkan tubuhnya. Di halte itu hanya ada mereka berdua yg tengah berteduh ditengah guyuran hujan malam.
"kalo kamu, hujan itu pasti berkah, kan?" kata pria itu sambil menunjuk payung yg digenggamnya erat. Gadis itu hanya terdiam.
"bagi sebagian orang, hujan itu masalah. Karena selalu datang tiba-tiba. Seringnya tanpa tanda-tanda mendung atau angin kencang. Kamu tau,karna saat ini dunia sedang ramai soal pemanasan global. Hingga cuaca yg tadinya panas terik pun bisa berubah menjadi hujan badai dalam seketika.
Tapi hujan justru menjadi berkah bagi petani, karna tanamanya bisa tersirami dan air hujan yang mengalir, bisa menghidupi sungai-sungai didekatnya. Hujan dicaci juga dicintai bersamaan" katanya tersenyum pada si gadis yg sejak tadi sudah mulai mendengarkan si pria bercerita tentang hujan.
"tapi hujan tidak pernah berhenti" katanya melanjutkan. "ia mengairi bumi. Membasahi kota, ladang, gunung bahkan laut. Hujan hanya mengikuti sabda alam yg dituliskan untuknya. Tapi orang-orang justru lebih mencintai pelangi daripada hujan" Pria itu kemudian terdiam.
"tapi pelangi bisa bikin orang seneng!" kata gadis itu tiba-tiba,.memecah kesunyian. "pelangi memberikan keindahan,tapi hujan...memberi kehidupan."katanya seraya tersenyum.
"tiap saya liat pelangi,saya selalu seneng! Pelangi itu adalah gambar Tuhan yg paling indah. Dan saya seneng bisa liat langsung. Ga perlu internet ato TV. Apalagi tiket sgala cuma buat liat."kata gadis itu bersemangat.
Pria itu tetap tak bergeming,hanya memandangi 1 titik didepannya. Entah apa.
"jadilah hujan,yg terus berputar tak henti memberi kehidupan"
"saya maunya jadi pelangi!" kata gadis itu tegas.
"tapi pelangi ada karna hujan. Hujan tidak perlu alasan untuk turun ke bumi. Ia datang kapanpun, bahkan saat manusia tidak menginginkannya".
Rintik hujan kembali menjadi musik pengiring kesunyian diantara keduanya. Tanpa syair, tanpa kata.
"antar saya sampai ke sebrang, yah!" katanya sambil berdiri.
Gadis itu hanya mengangguk sambil membuka payungnya.
"berapa?"
"lima ribu" Pria itu memberikan selembar uang, saat sang gadis mencari kembalian disaku celananya yg sudah basah, pria itu tiba-tiba pergi bersama hujan.
"Pak!kembalianya, pak!"kata gadis itu berteriak bersaing dengan suara rintik hujan yg makin deras. Namun pria itu sudah menghilang, meninggalkannya bersama cerita hujan dan selembar dua puluh ribuan.
-----
Kamis, 22 Agustus 2013
Kerja Keras Itu Pake Hati
Kamu tau kan apa itu KERJA KERAS? Bekerja terus tanpa mengenal lelah demi mencapai tujuan. Membanting tulang.
Tapi KERJA KERAS itu ga cuma pake fisik tapi juga HATI. Iya, HATI. Sekuat apapun fisik kamu, tapi kalo HATI kamu cuma terbuat dari hormon galau, ya KERJA KERAS kamu gagal. Stuck ditengah jalan.
Jadi..... jangan cuma fisik yg kamu jor-jorin. Tapi mulai sekarang HATI pun harus kamu latih, biar keras dan kuat. Jadi mulai sekarang banting-banting deh tuh HATI. Biar jadi keker, supaya kalo kena angin dikit ga masup angin.
Skarang saya lagi mulai (lagi) nih membanting HATI saya biar lebih sabar (lagi). Mudah2an kuat. *sigh!*
That's why I need more HOLIDAYYY
*catetan Dian di pagi menjelang siang saat, hati sebelah semakin bebel* (mbok ya jadi orang sing pengertian sikit lah)
Senin, 08 Juli 2013
Cause you only in my past
Ku coba sgala cara yg bisa
Kau membelakangiku, ku nikmati bayangmu
Itulah saja cara yang bisa
Tuk ku menghayatimu untuk mencintaimu
Sesaat dunia jadi tiada
Hanya diriku yang mengamatimu Dirimu yang jauh di sana
Ku takkan bisa lindungi hati
Jangan pernah kau tatapkan wajahmu
Bantulah aku semampumu
(rasakanlah) isyarat yang sanggup kau rasa
Tanpa perlu kau sentuh (rasakanlah) harapan impian yang hidup
Hanya untuk sekejap
(rasakanlah) langit hujan getar hangat nafasku
(rasakanlah) isyarat yang mampu kau tangkap
Tanpa berpijak
(rasakanlah) air udara bulan bintang angin malam
Ruang waktu ku isi
Itulah saja cara yang bisa
Lirik diatas merupakan salah satu lagu dari Dee Lestari di album Rectoverso. Yang sekarang sudah di nyanyikan ulang oleh DREW. Dan saya sama-sama suka kedua versi tadi.
Hanya Isyarat. Begitu judulnya. Lagu ini kebetulan sangat pas dengan kondisi saya malam tadi. Dimana saya dihadapkan pada kondisi ketika bertemu dan selama beberapa jam bersama dengan orang yg dulu saya suka. Tapi saya hanya bisa menggapainya sebatas punggungnya saja. Saya tidak bisa lebih dari itu. Selama beberapa jam itu saya jadi tau bahwa setiap kali matanya selalu berbinar ketika menatap satu sosok. Dan itu jelas bukan saya. Bahkan nama yg selalu dia ucap pun bukan nama saya. Mungkin nama saya juga ga pernah ada di otaknya.
Bahkan tiap kata yg dia ucap pada sosok itu berbeda saat ia bicara dengan saya. Saat itu saya benar-benar hanya ingin tertawa. Tertawa sekencangnya. Menertawai nasib saya yg begitu ngenes sial. Dan semua itu saya lampiaskan saat saya berteriak sambil bernyanyi saat nonton Sheila on 7 semalam.
Mengutuki diri betapa bodohnya saya selama ini (ya kali penyesalan emang slalu telat datengnya). Dan malam itu juga saya merasa sudah waktunya melepas. Yang bahkan belum pernah saya miliki. Lucu ya? menggelikan memang. Tapi yg pasti saya melepaskan hati saya, membebaskan apa yg seharusnya ada, dan terjadi.
Saya kira sudah cukup selama ini saya memuja seseorang yg hanya bisa saya gapai dalam mimpi saja. Cukup.
Goodbye boy!
you just in my past.
Kamis, 04 Juli 2013
I love you too!
"tapi dede sayang miss dian"
Barusan saya hampir menangis (lagi) when suddenly she told me that she loves me.
Saya ga tau kenapa murid saya yg umurnya baru 5 stengah tahun bilang begitu. Entah karna tadi saya sempat menangkap kata-katanya yg bilang kalao dia mau berhenti dari les (sebuah kejadian yg amat sering terjadi akhir-akhir ini di kantor saya. Dan saya ga tau mesti menyalahkan siapa. Kurikulumkah? orang tua? ekonomi? atau pengajar? yg pasti yg terakhir selalu ikut andil).
Tapi saat dia berucap begitu saya jadi terharu. Karna baru kali ini ada anak kecil yang bilang sayang ke saya (selain adek saya tentunya). Dan kata-kata itu masih terngiang-ngiang di pikiran saya. Sebuah pengingat sekaligus pecutan bagi saya, bahwa saya masih dibutuhkan disini. Setidaknya oleh murid-murid saya.
Well, i love you too my sweet student. Always.
:'-)
Minggu, 23 Juni 2013
Ya...nasiippp
Punya hari libur yang cuma satu hari. Selalu bingung buat nikmatin hari libur yang cuma satu-satunya. Antara mau berpetualang sambil hedon, atau cuma istirahatin fisik dan otak di rumah. Kadang pengen nya sih bisa keluar sambil refresh otak. Secara 6 hari ngajar full dari pagi sampai sore, kadang malem juga. Jadi wajar bila saya pengen jalan-jalan. Karena bosan dan stress juga di lingkungan itu-itu aja. I need somethin new. Tapi seringnya kalo abis keluar, besok hari berasa banget capeknya. Padahal besok jadwal tetep dari pagi ampe sore. Apalagi istirahat yang kadang cuma >30 menit. Malah ga jarang badan pegel trus tepar, karena terlalu banyak maen di minggunya.
Dan jika pilihan istirahat yang dipilih. Yang tadinya cuma mau tidur seharian, leyeh-leyeh, sedikit mikir-banyakin makan. Terkadang juga terbentur dengan kerjaan di rumah. Bersihin ini, beresin itu, nyuci ini, nguras kolem, ampe jaga warung. Alhasil waktu istirahat berkurang, dan ga jauh beda waktu istiahatnya dengan hari kerja.
Mungkin kudu jadi bos atop horang kayah dulu biar bisa ngerasain LIBURAN.
Ya...nasiippp